Membudayakan Storytelling dan Read Aloud Bersama Anak

Ayah dan Bunda, pernah nggak sih membacakan dongeng atau cerita ke anak? Kalau belum pernah, wah sayang banget. Mendongeng dan membacakan cerita kepada anak sejatinya merupakan kegiatan yang sangat menyenangkan. Ayah dan Bunda tidak hanya bisa membacakan dongeng tersebut sebelum tidur malam. Kalian bisa memberikan dongeng dan cerita tersebut di mana saja dan kapan saja, bahkan anak akan senantiasa senang dengan cerita yang akan dibacakan.

Beda Storytelling dan Read Aloud

Sering kali, orang menyamakan pengertian antara storytelling dan read aloud, padahal keduanya memiliki perbedaan yang cukup mendasar. Storytelling dapat dipahami sebagai kegiatan menuturkan kembali sebuah cerita dengan intonasi, gestur, ataupun gerakan tertentu yang mendramatisasi untuk terjadinya proses interaksi. Dalam proses storytelling, Ayah dan Bunda bisa menggunakan beberapa media, misalnya boneka, boneka tangan, dan sebagainya. Ayah dan Bunda dapat mendongeng secara spontan ataupun mengubah cerita yang sudah ada melalui proses improvisasi. Jadi, proses cerita juga akan terbilang lebih menarik.

Sementara itu, read aloud merupakan kegiatan membacakan cerita dari buku. Tidak banyak media yang diperlukan, cukup buku cerita saja yang memang sesuai dengan usia anak. Jadi, Ayah dan Bunda tidak perlu terlalu konsen dengan banyaknya media yang ditampilkan layaknya storytelling. Jadi, proses cerita benar-benar berfokus pada apa yang dibacakan pada buku. Pemilihan bacaan pun hendaknya merupakan narasi dengan ilustrasi yang menarik sehingga perhatian anak akan tertuju pada buku.

Manfaat Storytelling dan Read Aloud

Meskipun keduanya memiliki perbedaan yang cukup mencolok, pada dasarnya baik storytelling dan read aloud memiliki manfaat yang sangat besar dan dapat berdampak positif terhadap perkembangan anak. Selain itu, manfaat storytelling dan read aloud juga bisa dirasakan oleh Ayah dan Bunda sebagai orang tua. Lantas, manfaat apa yang dimaksud? Berikut beberapa ulasannya.

  • Merekatkan kedekatan

Dengan membacakan dongeng ataupun buku cerita, hal ini dapat menjadi momen untuk menciptakan dan mempererat kedekatan anak dengan orang tua. Anak akan merasa mendapatkan perhatian yang besar meskipun orang tuanya sibuk bekerja, begitu pula dengan orang tua yang dapat semakin dekat dengan anak sehingga anak akan merasa nyaman untuk bercerita. Efek ke depannya, tentu saja hal ini akan berdampak pada psikologis anak yang akan merasa dekat dengan orangtuanya.

  • Mengembangkan imajinasi

Dengan membacakan dongeng melalui teknik storytelling ataupun read aloud, keduanya akan sama-sama membuat anak semakin mudah mengembangkan imajinasinya. Dengan demikian, rasa ingin tahu akan semakin berkembang dan membuat mereka semakin kreatif. Ayah dan Bunda tentu senang jika buah hati semakin kreatif, bukan? Sifat kreatif tentunya akan sangat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari, bahkan dapat berkembang pesat seiring perkembangan anak.

  • Membuat anak gemar membaca

Saat ini, Indonesia tercatat sebagai negara dengan tingkat minat baca yang cukup rendah. Tidak mengherankan apabila literasi membaca sudah banyak digalakkan oleh pemerintah dan berbagai instansi. Nah, dengan membacakan cerita melalui teknik storytelling ataupun read aloud, tentunya Ayah dan Bunda akan senantiasa memberi kesempatan kepada anak untuk dapat membaca dan meningkatkan kegemarannya tersebut. Dengan demikian, wawasan buah hati Anda akan semakin bertambah serta meningkatkan pemikiran yang kritis.

Itulah Ayah dan Bunda beberapa hal mengenai storytelling dan read aloud yang sangat bermanfaat bagi anak dan menciptakan keseruan dalam keluarga. Nah, sudah menyiapkan cerita terbaik untuk disampaikan kepada buah hati?

Share Button