Anak Bunda Susah Belajar? Yuk Ikuti Tips Berikut!

Bunda Okemom, memiliki anak yang masih duduk di bangku sekolah tentunya merupakan sebuah tantangan tersendiri. Salah satunya, yakni jika anak diminta untuk belajar namun sangat sulit untuk mempraktikkannya. Sebagai orang tua, tentunya sangat ingin anak Anda mendapatkan hasil yang terbaik dan pemahaman yang tinggi terhadap pembelajaran di sekolah. Sering kali, saking jengkelnya tidak jarang Anda sebagai orang tua malah memarahi anak Anda. Padahal, hal tersebut malah akan membuat buah hati menjadi semakin malas untuk belajar atau sekadar mengerjakan tugas sekolah.

Sebagai orang tua, memotivasi anak untuk belajar merupakan hal yang susah-susah gampang untuk dilakukan. Tidak jarang, berbagai macam cara dilakukan hingga membuat Anda sebagai orang tua menjadi emosi dan menyerah dengan kenakalan anak Anda. Hanya saja, sebenarnya ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan sehingga anak Anda semakin termotivasi untuk belajar dan mengerjakan tugas sekolahnya. Lantas, cara seperti apa sajakah yang dimaksud? Berikut sejumlah ulasannya.

Ciptakan Suasana Belajar yang Mendukung

Anak akan lebih enjoy untuk belajar apabila suasananya juga sangat mendukung. Dengan suasana yang tenang tentunya akan membuat anak semakin mudah menyerap pembelajaran. Pembelajaran dapat dilakukan secara santai sehingga anak merasa bahwa belajar dapat dilakukan secara menyenangkan tanpa perlu kelelahan dan terlalu serius. Anak juga tidak melulu harus belajar di meja atau kamar, melainkan bisa di ruang tamu, taman, atau bahkan di area bermain. Namun, selalu pastikan anak tetap fokus meskipun belajar di tempat yang bukan kebiasaannya.

Berikan Waktu Istirahat yang Cukup

Anak dengan jam istirahat yang memadai tentunya akan semakin mudah menerima pembelajaran. Berbeda dengan anak yang terlalu dipaksa untuk belajar, tentunya tidak akan membuat mereka kesulitan dan malah kontra dengan pembelajaran yang harusnya diterima. Di jam istirahat tersebut, Anda dapat mengajak anak untuk bermain sejenak atau menyalurkan hobinya. Setelahnya, anak dapat diajak kembali fokus untuk melanjutkan pembelajarannya.

Jadilah Contoh untuk Buah Hati

Pembelajaran yang menyenangkan tentunya dapat diciptakan orang tua dengan cara menyusun struktur dan sistem belajar yang baik. Anda sebagai orang tua perlu menerapkan sikap disiplin belajar dan menjauhkan anak dari game atau internet. Namun sebaiknya, Bunda Okemom juga wajib memberikan contoh yang baik dengan tidak bermain handphone ketika anak sedang belajar. Selain mengajari anak belajar secara langsung, Anda juga dapat turut membaca buku sehingga membuat anak semakin termotivasi dan mau belajar tanpa perlu susah disuruh.

Memotivasi, Bukan Malah Memarahi

Sering kali, respons orang tua ketika mengetahui anaknya malas belajar adalah memarahinya dengan suara yang keras. Padahal dengan cara ini sejatinya tidak efektif karena anak malah akan semakin malas untuk membuka buku pembelajarannya. Sebagai orang tua, hendaknya Anda memberikan pengertian apa manfaat belajar hingga seberapa pentingnya belajar untuk kehidupan dan cita-citanya. Dengan suara yang lembut dan bukan dengan cara memarahinya, anak tentu akan lebih mengerti kewajibannya tersebut sebagai seorang pelajar sehingga semakin semangat untuk belajar.

Tidak Perlu Ragu Memberi Pujian

Pujian merupakan salah satu hal yang dapat diberikan kepada anak dari orang tua. Pujian karena rajin belajar dapat diberikan supaya anak semakin tergugah semangatnya dalam menjalankan kewajibannya tersebut. Bahkan, apresiasi dan pujian sebaiknya juga diberikan pada anak yang mendapatkan nilai kurang memuaskan. Selain sebagai motivasi untuk memperbaiki nilai dan pengetahuan berikutnya, anak juga akan lebih merasa dihargai.

Jangan Terlalu Berfokus pada Nilai

Sebagai orang tua, apakah Anda masih menerapkan pemahaman jadul mengenai nilai bagus pada mata pelajaran tertentu? Nah, hal ini tentunya perlu diubah, sebab tidak semua anak memiliki kemampuan yang sama dalam suatu mata pelajaran. Anak yang tidak pintar dalam matematika bukan berarti anak bodoh sebab semua anak memiliki kemampuan dan kelebihannya masing-masing. Hindari pula untuk membanding-bandingkan anak dengan orang lain supaya mereka dapat lebih menerima kemampuannya tanpa harus merasa minder karena dibandingkan dengan orang lain.

Melakukan Hypnotherapy

Apabila semua cara untuk memotivasi anak belajar sudah dilakukan namun masih saja mengalami kegagalan, langkah terakhir yang bisa Bunda lakukan adalah menggunakan cara hypnotherapy. Cara ini dapat dilakukan bersama dengan pakarnya. Tujuannya tentu untuk semakin meningkatkan motivasi anak melalui pemikiran alam bawah sadarnya. Namun, terapi ini harus dilakukan oleh orang yang benar-benar ahli di bidangnya, ya. Dengan demikian, Anda dapat lebih mudah mengarahkan anak Anda untuk dapat belajar dengan giat dengan motivasi yang sudah diberikan.

Bunda hendaknya juga perlu mengetahui gaya belajar anak Anda. Sebab, tidak semua anak memiliki kemampuan yang sama dalam menerima pembelajaran. Dengan memahami karakter dan gaya belajar anak, tentunya Bunda Okemom akan semakin mudah mengarahkan anak untuk belajar dan menerima pembelajaran yang disediakan. Silakan diterapkan, Bunda!

Share Button

Membudayakan Storytelling dan Read Aloud Bersama Anak

Ayah dan Bunda, pernah nggak sih membacakan dongeng atau cerita ke anak? Kalau belum pernah, wah sayang banget. Mendongeng dan membacakan cerita kepada anak sejatinya merupakan kegiatan yang sangat menyenangkan. Ayah dan Bunda tidak hanya bisa membacakan dongeng tersebut sebelum tidur malam. Kalian bisa memberikan dongeng dan cerita tersebut di mana saja dan kapan saja, bahkan anak akan senantiasa senang dengan cerita yang akan dibacakan.

Beda Storytelling dan Read Aloud

Sering kali, orang menyamakan pengertian antara storytelling dan read aloud, padahal keduanya memiliki perbedaan yang cukup mendasar. Storytelling dapat dipahami sebagai kegiatan menuturkan kembali sebuah cerita dengan intonasi, gestur, ataupun gerakan tertentu yang mendramatisasi untuk terjadinya proses interaksi. Dalam proses storytelling, Ayah dan Bunda bisa menggunakan beberapa media, misalnya boneka, boneka tangan, dan sebagainya. Ayah dan Bunda dapat mendongeng secara spontan ataupun mengubah cerita yang sudah ada melalui proses improvisasi. Jadi, proses cerita juga akan terbilang lebih menarik.

Sementara itu, read aloud merupakan kegiatan membacakan cerita dari buku. Tidak banyak media yang diperlukan, cukup buku cerita saja yang memang sesuai dengan usia anak. Jadi, Ayah dan Bunda tidak perlu terlalu konsen dengan banyaknya media yang ditampilkan layaknya storytelling. Jadi, proses cerita benar-benar berfokus pada apa yang dibacakan pada buku. Pemilihan bacaan pun hendaknya merupakan narasi dengan ilustrasi yang menarik sehingga perhatian anak akan tertuju pada buku.

Manfaat Storytelling dan Read Aloud

Meskipun keduanya memiliki perbedaan yang cukup mencolok, pada dasarnya baik storytelling dan read aloud memiliki manfaat yang sangat besar dan dapat berdampak positif terhadap perkembangan anak. Selain itu, manfaat storytelling dan read aloud juga bisa dirasakan oleh Ayah dan Bunda sebagai orang tua. Lantas, manfaat apa yang dimaksud? Berikut beberapa ulasannya.

  • Merekatkan kedekatan

Dengan membacakan dongeng ataupun buku cerita, hal ini dapat menjadi momen untuk menciptakan dan mempererat kedekatan anak dengan orang tua. Anak akan merasa mendapatkan perhatian yang besar meskipun orang tuanya sibuk bekerja, begitu pula dengan orang tua yang dapat semakin dekat dengan anak sehingga anak akan merasa nyaman untuk bercerita. Efek ke depannya, tentu saja hal ini akan berdampak pada psikologis anak yang akan merasa dekat dengan orangtuanya.

  • Mengembangkan imajinasi

Dengan membacakan dongeng melalui teknik storytelling ataupun read aloud, keduanya akan sama-sama membuat anak semakin mudah mengembangkan imajinasinya. Dengan demikian, rasa ingin tahu akan semakin berkembang dan membuat mereka semakin kreatif. Ayah dan Bunda tentu senang jika buah hati semakin kreatif, bukan? Sifat kreatif tentunya akan sangat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari, bahkan dapat berkembang pesat seiring perkembangan anak.

  • Membuat anak gemar membaca

Saat ini, Indonesia tercatat sebagai negara dengan tingkat minat baca yang cukup rendah. Tidak mengherankan apabila literasi membaca sudah banyak digalakkan oleh pemerintah dan berbagai instansi. Nah, dengan membacakan cerita melalui teknik storytelling ataupun read aloud, tentunya Ayah dan Bunda akan senantiasa memberi kesempatan kepada anak untuk dapat membaca dan meningkatkan kegemarannya tersebut. Dengan demikian, wawasan buah hati Anda akan semakin bertambah serta meningkatkan pemikiran yang kritis.

Itulah Ayah dan Bunda beberapa hal mengenai storytelling dan read aloud yang sangat bermanfaat bagi anak dan menciptakan keseruan dalam keluarga. Nah, sudah menyiapkan cerita terbaik untuk disampaikan kepada buah hati?

Share Button

Mengulik Manfaat Penting Pendidikan Parenting

Parenting merupakan isu yang sangat hits dan menjadi perbincangan saat ini. Begitu banyak orang yang ingin mengetahui apa itu parenting namun belum bisa mempraktikkannya dengan baik. Padahal, parenting merupakan hal yang sangat penting untuk dapat diterapkan dalam keluarga. Terlebih, keluarga diyakini sebagai sumber pendidikan yang pertama dan utama sehingga pendidikan dan pemahaman mengenai parenting ini menjadi hal yang benar-benar krusial.

Parenting berasal dari bahasa Inggris “parent” dan “ing”. Secara harfiah, kata ini berarti “menjadi orang tua”. Dengan demikian, parenting dapat dipahami sebagai ilmu yang mempelajari bagaimana menjadi orang tua yang sesungguhnya. Tentunya, tugas orang tua tidak hanya sekadar mengasuh anak, namun juga bagaimana pendidikan, bimbingan, dan perlindungan terhadap anak benar-benar diterapkan. Adapun pendidikan parenting ini sebenarnya perlu dilakukan bahkan sebelum Anda resmi menjadi orang tua. Lantas, pendidikan seperti apa yang dijalankan dan bagaimana manfaatnya?

Penerapan Langsung dari Pendidikan Parenting

Pendidikan parenting sejatinya dapat dipraktikkan pada berbagai bidang. Anda yang belum menjadi orang tua pun juga dapat mempelajarinya sehingga dapat menjadi bekal dalam mengasuh anak nantinya. Adapun beberapa cara yang bisa dilakukan misalnya:

  • Mengikuti seminar parenting

Seminar yang membahas tentang parenting sudah banyak disediakan oleh berbagai instansi, baik dari instansi pemerintahan ataupun dari swasta Melalui seminar ini, Anda akan mendapat berbagai pengetahuan dari pakarnya secara langsung, baik berbagai wawasan yang berkaitan dengan pola asuh anak, pendidikan keluarga, dan sebagainya. Jangan ragu untuk bertanya perihal fakta-fakta seputar parenting sehingga Anda akan mendapatkan banyak ilmu dan manfaat dari seminar tersebut.

  • Bekerja sama dengan pihak sekolah

Apabila Anda sudah memiliki anak usia sekolah, tentunya kerja sama dengan pihak sekolah adalah hal yang sangat penting untuk diaplikasikan. Contohnya jika di sekolah anak diajarkan untuk mandiri dan bertoleransi, maka sebagai orang tua Anda wajib mempraktikkan dan menerapkannya di lingkungan rumah. Bahkan, dengan Anda turut aktif dalam kegiatan orang tua di sekolah, hal tersebut juga dapat menjadi contoh bagi anak dan menjadi tambahan wawasan bagi para orang tua.

  • Menonton video dan konten parenting

Youtube dan media sosial saat ini kerap digunakan sebagai media pembelajaran dan penyediaan berbagai informasi penting, termasuk tentang dunia parenting. Anda dapat mengunduh berbagai informasi seputar parenting atau mengikuti akun-akun tentang dunia parenting untuk kemudian diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, pengetahuan akan lebih luas dan dapat menjadi salah satu referensi keahlian yang berguna.

Manfaat Penting Seputar Parenting

Pendidikan parenting merupakan hal yang sangat berguna jika dipelajari dengan serius. Tentunya, pemahaman tentang dunia parenting bukan hanya sekadar bagaimana menjadi pengasuh anak yang baik, namun juga berbagai hal yang berkaitan dengan pendidikan dan bimbingan terhadap anak itu sendiri. Tentunya, pendidikan parenting berguna dalam menambahnya wawasan orang tua dalam membesarkan anaknya sesuai dengan usia, karakter, dan perkembangannya. Selain itu, manfaat mempelajari berbagai ilmu parenting bagi para orang tua dapat dicermati sebagai berikut.

  • Menguasai dasar-dasar ilmu parenting

Bagaimanapun juga, parenting merupakan ilmu yang sangat penting bagi banyak orang, terutama bagi para calon orang tua. Ketakutan menjadi orang tua sering kali dialami dengan adanya anggapan dan mitos yang berkembang. Dengan adanya ilmu parenting yang memadai, tentunya Anda tidak akan ragu untuk dapat belajar bagaimana mengasuh bayi, baik menyuapi, memandikan, hingga memenuhi kebutuhan buah hati Anda. Ilmu-ilmu parenting tentunya juga senantiasa dapat membantu orang tua dalam mempelajari apa saja yang bisa terjadi dalam setiap tumbuh kembang anak.

  • Menyiapkan kecocokan gaya parenting dengan karakter anak

Sebagai orang tua, memahami anak adalah hal yang penting. Seperti pada studi yang dilakukan oleh sebuah universitas di Amerika Serikat di mana orang tua berperan dalam mengurangi kecenderungan anak untuk mengalami depresi dengan gaya asuh anak yang sesuai kepribadian. Hal ini tentunya sangat penting terutama jika anak sudah beranjak dewasa di mana kondisi emosional, psikologis, dan perilaku anak akan sangat berbeda dibandingkan dengan fase perkembangan sebelumnya. Dengan demikian, Anda sebagai orang tua dapat mengatasi berbagai permasalahan yang bisa terjadi.

  • Dapat bekerja sama dengan pihak sekolah

Menjadi orang tua yang memahami apa itu parenting tentunya akan memudahkan Anda untuk dapat bekerja sama dengan pihak sekolah dalam mengatur keseimbangan pola pengasuhan anak. Kerja sama antara pihak sekolah dan orang tua tentunya akan semakin meningkatkan kepribadian anak sehingga anak akan semakin matang dan tumbuh kembangnya dapat semakin optimal. Anda sebagai orang tua dapat mengikuti beberapa pertemuan dengan pihak sekolah untuk saling bekerja sama dalam hal pengasuhan dan pendidikan anak.

Itulah beberapa hal yang berkaitan dengan manfaat mempelajari parenting bagi orang tua ataupun calon-calon orang tua. Lantas, apakah Anda sudah mencari berbagai kelas parenting ataupun informasi mengenai dunia parenting itu sendiri? Nah, semoga informasi kami semakin menginspirasi!

Share Button

Pentingnya Mengetahui Tahapan Perkembangan Anak

Setiap orang tua sudah pasti menginginkan anaknya dapat tumbuh secara optimal. Pertumbuhan dan perkembangan anak perlu diketahui oleh semua orang tua bahkan sejak dalam kandungan. Apalagi, tahapan perkembangan anak memiliki indikator yang berbeda sesuai dengan umur anak. Setiap indikator ini berkaitan langsung dengan sisi psikologis anak, motorik, dan perkembangan kepribadiannya.

Sayangnya, tidak semua orang tua paham bagaimana tahapan tumbuh kembang anak. Padahal, ada beberapa alasan penting mengapa perkembangan anak dari bayi hingga dewasa sangat penting untuk diketahui. Selain akan dapat meningkatkan wawasan Anda, tentunya juga akan sangat berguna bagi perkembangan anak itu sendiri. Oleh karena itu, dalam artikel ini akan disampaikan beberapa manfaat yang dimaksud. Apa sajakah itu, berikut ulasannya.

Tahapan Pertumbuhan dan Perkembangan Anak

Sebelum mengetahui lebih lanjut mengenai manfaat pengetahuan perkembangan anak bagi orang tua, ada baiknya jika Anda juga mengetahui apa itu tumbuh kembang anak dan bagaimana tahapannya. Dalam dunia medis, tumbuh dapat dipahami sebagai sebuah perubahan yang dapat dilihat dan diukur, salah satunya pertumbuhan fisik anak (tinggi badan, berat badan, lingkar kepala, dan sebagainya). Sementara itu, perkembangan lebih banyak dipahami sebagai bagaimana kemampuan struktur tubuh berubah secara lebih kompleks.

Perkembangan dan pertumbuhan anak dapat dilihat semenjak anak masih kecil atau bahkan sejak dalam kandungan. Tumbuh kembangnya anak dapat dipengaruhi oleh berbagai hal internal dan eksternal, baik dari segi makanan/nutrisi, gen, usia, hingga jenis kelamin. Adapun tahap pertumbuhan dan perkembangan anak sejatinya dapat dibedakan sesuai usianya, baik dalam triwulan pertama, hingga tahun-tahun berikutnya. Perkembangan yang dimaksud tentunya yang berkaitan dengan perkembangan motorik, fisik, psikologis, verbal, hingga kognitif.

Memahami dan Mengerti Perkembangan Diri Anak

Dengan mengetahui tahapan perkembangan anak, Anda sebagai orang tua akan mengetahui bagaimana perkembangan buah hati. Tentunya, Anda juga akan menyesuaikan diri dengan berbagai hal seturut dengan tumbuh kembangnya, misalnya dari segi perhatian, edukasi, hingga mengetahui secara dini apakah ada gangguan pertumbuhan yang dapat menghambat perkembangan anak.

Dari segi perhatian mengenai tumbuh kembang anak, tentunya anak yang usianya masih 3 bulan akan berbeda perlakuan dengan anak yang berusia 1 tahun. Baik dari segi makanan, pakaian, dan sebagainya. Dengan mengetahui tahapan perkembangan ini, maka Anda sebagai orang tua justru akan semakin tahu bahwa rewelnya bayi dan balita tentu berbeda dan dapat mengatasinya.

Begitu pula jika yang dihadapi adalah beberapa hambatan yang dapat mengganggu proses tumbuh kembang anak. Misalnya jika anak Anda belum bisa berjalan padahal sudah hampir berumur 2 tahun, tentu saja hal ini perlu diketahui penyebabnya. Dengan mengetahui tahapan perkembangan anak yang standar, berbagai hambatan dan gangguan ini dapat diketahui sejak dini supaya jika diperlukan penanganan dapat segera dilakukan.

Edukasi Optimal Terhadap Anak

Tumbuh kembang anak akan berjalan secara optimal apabila sebagai orang tua Anda juga mendapatkan edukasi yang cukup dan memadai. Akan sulit jika Anda tidak mengetahui banyak hal yang berhubungan dengan tahapan perkembangan anak, sebab dengan demikian maka Anda seakan tidak peduli. Padahal, anak membutuhkan perhatian yang jauh lebih besar sehingga pertumbuhan dan perkembangannya dapat terpantau secara langsung. Dengan demikian, anak akan tumbuh secara baik dengan disertai perkembangan yang pesat.

Itulah beberapa hal yang berkaitan dengan pentingnya orang tua memahami wawasan mengenai tahapan pertumbuhan dan perkembangan buah hati. Semoga senantiasa menginspirasi!

Share Button

Tips Merawat Bayi Usia 3 Bulan Pertama

Merawat bayi yang berusia 1-3 bulan tentunya menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi Bunda yang baru pertama kali mempunyai anak. Saking repotnya, tidak jarang Bunda memerlukan bantuan orang tua atau ibu mertua untuk merawat si kecil. Kendati demikian, bukan berarti Bunda tidak bisa merawat si kecil secara mandiri, lho. Bahkan jika Bunda mengetahui sejumlah trik dan tipsnya, merawat buah hati pada triwulan pertama dapat terbilang mudah dan menyenangkan.

Pada tiga bulan pertama setelah kelahirannya, si kecil tentunya memerlukan perhatian dan perawatan yang lebih khusus dibandingkan dengan bulan-bulan berikutnya. Terlebih pada awal-awal bulan tersebut aktivitas bayi bisa dibilang hanya minum, tidur, menangis, hingga mengompol. Oleh karena itu, akan lebih baik jika Anda sebagai orang tua awal memahami bagaimana perkembangan bayi usia 1-3 bulan serta tahapan perawatan seperti apa yang sebaiknya dilakukan. Adapun tips dari hal-hal tersebut akan kami rangkum dalam ulasan berikut.

Cukupnya Nutrisi yang Tepat dan Waktu Tidur

Bayi yang berusia 1-3 bulan tentunya hanya dapat mengonsumsi makanan yang berasal dari ASI. Pemberian ASI dilakukan selama beberapa kali dalam sehari secara berkala, bahkan bisa saja bayi akan meminta ASI sebanyak 2-4 jam sekali. Oleh karenanya, sangat penting bagi ibu untuk senantiasa mencukupi kebutuhan nutrisi supaya ASI tetap lancar dan buah hati tidak merasa kelaparan.

Selain itu, bayi yang berusia 1-3 bulan tentunya akan menghabiskan sebagian besar waktunya untuk tidur. Anda sebagai orang tua tentunya perlu menempatkan bayi di alas yang rata. Ciptakan suasana ruangan kamar yang tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin, dengan ventilasi dan penerangan yang cukup dan memadai. Posisi bayi sebaiknya telentang untuk menghindari SIDS atau Suddent Infant Death Syndrome. Kendati demikian, jika bayi dalam keadaan aktif juga bisa ditelungkupkan untuk dapat mengajarinya meraih barang di sekitarnya. Jadi, sistem motoriknya juga akan lebih terasah.

Memastikan Kebersihan Diri Si Kecil

Kebersihan diri anak sangatlah penting, terutama bagi bayi di 3 bulan pertama kehidupannya. Banyak orang tua muda yang masih kaget dengan cara membersihkan bayi, namun seiring berjalannya waktu tentu saja hal tersebut dapat diatasi. Nah, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pada saat Anda akan membersihkan diri si kecil, yakni:

  • Membersihkan popok dan bagian kemaluan

Karena bayi belum bisa mengatur kapan akan buang air secara mandiri, maka tugas orang tua atau pengasuh adalah rutin membersihkan popok dan bagian kemaluan ketika bayi sudah selesai buang air kecil ataupun buang air besar. Adapun cara membersihkan popok dan kemaluan tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Bunda dapat membersihkan kemaluan dengan lap basah atau membersihkannya dengan air hangat namun dari arah depan ke belakang, dan bukan malah sebaliknya. Setelah bersih, Bunda dapat mengganti popok bayi dengan yang baru sehingga kebersihan senantiasa terjaga.

  • Memandikan bayi secara tepat

Pada saat Bunda akan memandikan si kecil di 3 bulan pertama, tentunya akan ada perasaan takut dan gugup. Namun, asalkan Bunda mengetahui cara-caranya tentu saja hal tersebut bisa dilalui dengan mudah. Adapun tips dari kami yakni pada saat persiapan, sebaiknya alasi bak mandi si kecil dengan karpet atau alas karet supaya tidak licin, kemudian pastikan alat-alat mandi berada dalam jangkauan tangan Bunda. Jangan lupa periksa suhu air dengan siku untuk memastikan apakah suhu air sudah pas yakni suam-suam kuku.

Setelah selesai dimandikan, segera angkat bayi dan keringkan hingga benar-benar kering lalu pakaikan baju yang sudah disediakan sebelumnya. Jangan sampai ada terjadi lembab supaya bayi tidak mudah mengalami gatal-gatal. Usahakan pula untuk tidak meninggalkan bayi sendirian supaya tidak berubah posisi bahkan jatuh dari tempatnya ditidurkan.

Merawat bayi yang masih berusia 1-3 bulan memang menjadi tantangan tersendiri bagi para ibu muda. Namun, Bunda dapat berbagi peran lho dengan suami supaya kedekatan dengan anak juga semakin terjalin, apalagi jika Anda tidak tinggal bersama dengan orang tua atau mertua tentunya akan sedikit kerepotan. Nah, selamat mencoba!

Share Button

Yuk Tonton Film-Film Ini Saat Santai dengan Keluarga!

Menonton film menjadi hal yang banyak dilakukan oleh berbagai kalangan, baik di akhir pekan ataupun di hari biasa. Sayangnya, di masa pandemi seperti saat ini masih banyak bioskop yang belum dibuka sehingga mau tidak mau Anda harus lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Namun, bukan berarti menonton film bersama keluarga di rumah tidak bisa dilakukan dengan cara yang membosankan lho. Ada berbagai macam cara yang bisa dilakukan untuk dapat menonton film bersama, salah satunya dengan memilih sejumlah film terbaik yang pernah tayang ataupun yang menjadi hits pada masanya.

Dengan menonton film bersama keluarga di rumah, selain dapat melepas kepenatan juga sangat bermanfaat untuk merekatkan interaksi antar anggota keluarga. Bahkan, Anda akan lebih puas menonton film-film yang sudah disediakan serta lebih hemat karena tidak perlu menyediakan banyak uang untuk membeli makanan layaknya di bioskop. Kendati atmosfernya berbeda jika dibandingkan dengan menonton langsung di bioskop, namun bukan berarti Anda tidak bisa memanfaatkan ruang keluarga untuk menonton film tersebut. Jangan lupa menyiapkan snack dan minuman ringan seperti halnya yang ada di bioskop ya. Nah, berikut beberapa rekomendasi film keluarga yang bisa Anda tonton di rumah.

The Lego Movie 2: The Second Part (2019)

Film yang rilis pada tahun 2019 ini merupakan salah satu film keluarga yang banyak direkomendasikan oleh berbagai pihak. Film komedi petualangan yang satu ini bercerita tentang pertualangan Emmet Brickowski yang berusaha menyelamatkan teman-temannya dari Systar System. Film yang merupakan sekuel dari The Lego Movie (2014) ini berdurasi selama 107 menit, tentunya sangat cocok dinikmati oleh semua kalangan, termasuk anak-anak karena merupakan salah satu film animasi dengan jalan cerita yang menarik dan pesan moral yang patut dicontoh.

Coco (2017)

Salah satu film keluarga yang banyak ditonton dan menjadi rekomendasi adalah film Coco yang diproduksi oleh Pixar Animation pada 2017 silam. Film ini sangat cocok untuk ditayangkan pada saat santai bersama keluarga. Bercerita tentang seorang bocah laki-laki bernama Miguel yang tidak sengaja masuk ke tanah orang yang sudah mati di mana dirinya meminta leluhurnya untuk dapat bermain musik. Selain jalan ceritanya yang menarik, tentunya anak-anak dapat belajar tentang kebudayaan negeri Mexico yang berkaitan dengan dunia orang mati.

Keluarga Cemara (2018)

Sesuai namanya, film ini merupakan salah satu film keluarga yang sarat akan makna. Film ini memang diangkat dari serial TV yang legendaris di tahun 90-an karya Arswendo Atmowiloto. Di film ini, cerita yang ditampilkan sedikit berbeda dibandingkan dengan serial terdahulu di mana sebuah keluarga pindah rumah setelah sang ayah ditipu. Film ini sudah banyak menerima penghargaan sehingga sangat cocok untuk dinimati kala menghabiskan quality time bersama keluarga.

Frozen (2013) dan Frozen 2 (2019)

Siapa sih yang tidak mengenal film ini? Apalagi jika mendengar lagu dari soundtrack-nya tentu sudah sangat familiar. Ya, film Frozen memang sangat disukai oleh anak-anak, terutama oleh anak perempuan. Bercerita tentang petualangan Elsa, Olaf, Anna, dan Kristoff di negeri Arendelle dengan animasi dan visual yang menarik tentunya menjadi daya tarik tersendiri bagi anak-anak dan keluarga.

Demikian beberapa rekomendasi film yang dapat Anda saksikan di rumah pada sewaktu santai atau ketika menghabiskan quality time bersama keluarga. Nah, segera siapkan filmnya ya!

Share Button